ide-premis-plot cerita = 7
visual = 7
naskah-dialog = 6
totalitas acting karakter = 7
total kualitas film = 6.75
Tersebutlah seorang pengusir setan bernama John Constantine. Ia adalah indigo sejak kecil, mampu melihat makhluk selain manusia. Namun ia merasakan adanya bahaya yang akan datang mengancam kehidupan dunia. Para iblis dari neraka dan malaikat dari surga saling berseliweran di bumi yang notabene selalu dihimpit oleh dua dunia berbeda tersebut. Dibantu dengan Midnite yang netral akan pihak surga maupun neraka, Chas si partner Constantine yang ingin sekali menjadi penerusnya, serta Angela polisi wanita yang kembarannya bunuh diri dan kini dirinya diincar untuk manjadi tumbal oleh sang antagonis yang tak terduga, Constantine menantang dua makhluk dari surga dan neraka untuk menyeimbangkan kehidupan dunia, meskipun dengan itu ia siap untuk mengorbankan dirinya.
Saya adalah penggemar berat Francis Lawrence atas pengarahan filmnya di Hunger Games : Catching Fire. Untuk itulah saya berniat mencari film-film sebelumnya yang pernah ia sutradarai. Dan saya menemukan satu, Constantine. Film keluaran tahun 2005 ini mengangkat Keanu Reeves sebagai tokoh utama, dimana ia sedang terkenalnya setelah trilogi Matrix yang ia bintangi. Secara keseluruhan, film ini lumayan. Meskipun saya seharusnya sadar bahwa kualitas filmnya tidak akan jauh melebihi Cacthing Fire yang penyajiannya sangat matang di semua tempat.
Ide cerita ini berasal dari DC Comics yang terkenal akan beberapa cerita superhero dengan latar belakang yang sangat kompleks. Plotnya benar-benar sangat menjanjikan, berisi perseteruan antara manusia dengan malaikat dan iblis, dimana di sini kita akan melihat pertukaran sifat dari kedua makhluk tersebut; Lucifer sang pangeran neraka yang menyukai kejahatan namun konsisten dengan segala peraturan takdir manusia di akhirat, dan Gabriel sang malaikat dari surga yang terlihat sangat baik dan suci namun ternyata sangat licik dan penuh kebusukan tersimpan di dalamnya.
Entah kenapa, saya merasa film ini kurang ada gregetnya. Terasa monoton. Terkadang di antara kita akan menikmati setiap adegan yang terjadi dalam film, namun disini kita akan terasa tidak sabar bagaimana film ini berakhir. Dari awal film kita akan disuguhi berbagai adegan dan obrolan tanpa kejelasan, dan baru kita akan menemui jawabannya di tengah-tengah cerita. Bagus memang, dimana kita akan sedikit 'terkejut' untuk beberapa adegan yang twist. Namun, secara tidak sadar kita hanya akan terfokus dengan bagaimana cerita film ini berlanjut, tanpa sempat menikmati adegan yang sedang terjadi, karena memang adegan tersebut tidak ada kejelasan yang pasti maksudnya. Dengan kata lain, film ini tersaji setengah matang. Plot cerita yang bagus namun pengolahan yang masih kasar.
Namun kita masih bisa menikmati film ini, apalagi dengan visual yang terasa luar biasa dengan penggambaran neraka yang mengerikan dan sekelebat surga yang terasa damai dan hangat. Kekurangan film ini juga berhasil ditutupi oleh akting dari jajaran artis profesional seperti Keanu Reeves, Rachel Weisz, Shila leBeouf yang masih remaja, dan Djimon Hounsou. Emosi karakter yang paling terasa adalah Tilda Swinston sebagai Gabriel dan Peter Stormare sebagai Lucifer. Kehadiran mereka yang meskipun singkat mampu memberikan kekuatan sendiri dalam film Constantine. Dan di sini kita akan menemukan adegan-adegan suspense a la Francis Lawrence seperti yang ia hadirkan pada Catching Fire. Adegan-adegan yang menegangkan ini menjadi perhatian sendiri bagi penontonnya, dimana seharusnya keseluruhan film ini berjalan dengan menegangkan dan menghibur dalam porsi yang sama. Namun, begitulah, meskipun tidak bisa dikatakan luar biasa, film ini masih bisa dibilang lumayan. Tidak se-brilian Catching Fire, namun masih layak ditonton.
Amanat cerita :
- Karakter protagonis Constantine diceritakan tidak akan berumur lama akibat konsumsi rokok yang berlebihan dan merusak paru-paru. Secara eksplisit, di film ini menyelipkan pesan untuk tidak merokok. Sudah jelas sekali. Mungkin bagi para penonton yang menyaksikan film ini akan tertarik untuk mulai berhenti merokok. Sebaiknya begitu.
- Dari sisi religius, mungkin banyak pesan yang tersirat di setiap adegannya. Melalui sisi agama Katholik, amanat yang disampaikan sangat baik. Yaitu bahwa Tuhan akan selalu memiliki rencana terhadap takdir makhluk-Nya, dengan cara yang misterius. Sebagian akan menyukainya, sebagian lagi tidak. Tergantung bagaimana cara kita memilih jalan hidup itu. Tentu saja kita harus menjalaninya dengan baik, menolong orang lain bukan untuk diri kita sendiri melainkan karena tulus untuk orang lain.
Galih Pratama, Juny 14th, 2014
visual = 7
naskah-dialog = 6
totalitas acting karakter = 7
total kualitas film = 6.75
Tersebutlah seorang pengusir setan bernama John Constantine. Ia adalah indigo sejak kecil, mampu melihat makhluk selain manusia. Namun ia merasakan adanya bahaya yang akan datang mengancam kehidupan dunia. Para iblis dari neraka dan malaikat dari surga saling berseliweran di bumi yang notabene selalu dihimpit oleh dua dunia berbeda tersebut. Dibantu dengan Midnite yang netral akan pihak surga maupun neraka, Chas si partner Constantine yang ingin sekali menjadi penerusnya, serta Angela polisi wanita yang kembarannya bunuh diri dan kini dirinya diincar untuk manjadi tumbal oleh sang antagonis yang tak terduga, Constantine menantang dua makhluk dari surga dan neraka untuk menyeimbangkan kehidupan dunia, meskipun dengan itu ia siap untuk mengorbankan dirinya.
Saya adalah penggemar berat Francis Lawrence atas pengarahan filmnya di Hunger Games : Catching Fire. Untuk itulah saya berniat mencari film-film sebelumnya yang pernah ia sutradarai. Dan saya menemukan satu, Constantine. Film keluaran tahun 2005 ini mengangkat Keanu Reeves sebagai tokoh utama, dimana ia sedang terkenalnya setelah trilogi Matrix yang ia bintangi. Secara keseluruhan, film ini lumayan. Meskipun saya seharusnya sadar bahwa kualitas filmnya tidak akan jauh melebihi Cacthing Fire yang penyajiannya sangat matang di semua tempat.
Ide cerita ini berasal dari DC Comics yang terkenal akan beberapa cerita superhero dengan latar belakang yang sangat kompleks. Plotnya benar-benar sangat menjanjikan, berisi perseteruan antara manusia dengan malaikat dan iblis, dimana di sini kita akan melihat pertukaran sifat dari kedua makhluk tersebut; Lucifer sang pangeran neraka yang menyukai kejahatan namun konsisten dengan segala peraturan takdir manusia di akhirat, dan Gabriel sang malaikat dari surga yang terlihat sangat baik dan suci namun ternyata sangat licik dan penuh kebusukan tersimpan di dalamnya.
Entah kenapa, saya merasa film ini kurang ada gregetnya. Terasa monoton. Terkadang di antara kita akan menikmati setiap adegan yang terjadi dalam film, namun disini kita akan terasa tidak sabar bagaimana film ini berakhir. Dari awal film kita akan disuguhi berbagai adegan dan obrolan tanpa kejelasan, dan baru kita akan menemui jawabannya di tengah-tengah cerita. Bagus memang, dimana kita akan sedikit 'terkejut' untuk beberapa adegan yang twist. Namun, secara tidak sadar kita hanya akan terfokus dengan bagaimana cerita film ini berlanjut, tanpa sempat menikmati adegan yang sedang terjadi, karena memang adegan tersebut tidak ada kejelasan yang pasti maksudnya. Dengan kata lain, film ini tersaji setengah matang. Plot cerita yang bagus namun pengolahan yang masih kasar.
Namun kita masih bisa menikmati film ini, apalagi dengan visual yang terasa luar biasa dengan penggambaran neraka yang mengerikan dan sekelebat surga yang terasa damai dan hangat. Kekurangan film ini juga berhasil ditutupi oleh akting dari jajaran artis profesional seperti Keanu Reeves, Rachel Weisz, Shila leBeouf yang masih remaja, dan Djimon Hounsou. Emosi karakter yang paling terasa adalah Tilda Swinston sebagai Gabriel dan Peter Stormare sebagai Lucifer. Kehadiran mereka yang meskipun singkat mampu memberikan kekuatan sendiri dalam film Constantine. Dan di sini kita akan menemukan adegan-adegan suspense a la Francis Lawrence seperti yang ia hadirkan pada Catching Fire. Adegan-adegan yang menegangkan ini menjadi perhatian sendiri bagi penontonnya, dimana seharusnya keseluruhan film ini berjalan dengan menegangkan dan menghibur dalam porsi yang sama. Namun, begitulah, meskipun tidak bisa dikatakan luar biasa, film ini masih bisa dibilang lumayan. Tidak se-brilian Catching Fire, namun masih layak ditonton.
Amanat cerita :
- Karakter protagonis Constantine diceritakan tidak akan berumur lama akibat konsumsi rokok yang berlebihan dan merusak paru-paru. Secara eksplisit, di film ini menyelipkan pesan untuk tidak merokok. Sudah jelas sekali. Mungkin bagi para penonton yang menyaksikan film ini akan tertarik untuk mulai berhenti merokok. Sebaiknya begitu.
- Dari sisi religius, mungkin banyak pesan yang tersirat di setiap adegannya. Melalui sisi agama Katholik, amanat yang disampaikan sangat baik. Yaitu bahwa Tuhan akan selalu memiliki rencana terhadap takdir makhluk-Nya, dengan cara yang misterius. Sebagian akan menyukainya, sebagian lagi tidak. Tergantung bagaimana cara kita memilih jalan hidup itu. Tentu saja kita harus menjalaninya dengan baik, menolong orang lain bukan untuk diri kita sendiri melainkan karena tulus untuk orang lain.
Galih Pratama, Juny 14th, 2014




0 komentar:
Posting Komentar